Tiba-tiba saya rindu pada sesuatu..

Rindu pada diri saya, diri saya yang dulu..bukan yang sekarang, yang jauh lebih sederhana dari hari ini. Entah dibagian yang mana, saya lupa persisnya. Hanya saja saya tahu dari mana saya menjejak, alunan apa yang saya rasa saat saya kecil, dari sudut mana mata saya melihat, dan dengan cara apa saya menikmati.

Ada rangkaian yang tidak bisa saya abaikan, yang mungkin perlu di-se-irama-kan dengan hari ini…

****

untuk kembali ingat sesuatu yang sudah pernah dipercaya

Hidup itu besar..
tapi sederhana
Dunia yang kadang rumit
tapi dia tempat bermain & belajar paling menyenangkan..
 
 
****

menggambar, menulis, dan musik

karena dalam dua dimensi kita bisa membangun ruang berpresepsi

karena dalam sederet tulisan kita bisa mencipta ‘dunia suka-suka’

karena dalam lagu, kita tahu hidup itu klise.. tetapi berirama..

dan saya..

melukis dalam kata..saat menulis, menari & bernyanyi dikala menggambar, &  bercerita saat bermusik..

saya bahagia karena ketiganya

****

Namanya Juni. Dia lahir bulan April.

“Juni kok lahirnya bulan April? aneh!” Orang-orang sering bilang begitu sejak Juni SD..dia sudah bosan dengar itu..

Saya Juni, lahir dibulan April bintang saya Aries. Kata orang, aries dinaungi planet mars, entah apa artinya. Tapi mungkin saja! Mars berwarna orange..itu warna favorit saya. Intinya saya Juni dan lahir dibulan April, bukan bulan Juni. Sekian! Begitu Juni sering menanggapi .

Dulu sahabat Juni pernah bilang “Kalau dia mars, dia harus cari dimana rumah venus. Dia akan lihat sisi lain dirinya. Saat mars dan venus bertemu mereka akan menggilaa..!”  Tapi Juni tidak pernah percaya ini “kalau ada matahari & bulan yang sinarnya lebih bagus, kenapa harus jauh-jauh cari venus?!”   

Juni jadi ingat waktu kecil dulu, ayahnya pernah menunjukan letak venus padanya. Dia menunjuk pada cahaya yang ada tidak jauh disebelah bulan. Kalau dilihat dari sini venus hampir mirip seperti bintang lain, hanya saja sinarnya lebih terang dan ia tidak berkedip-kedip. “Venus itu hanya keliatan sekejap,  dia akan muncul sesaat di sebelah timur sebelum matahari terbit, dan muncul sesaat di sebelah barat sesudah matahari terbenam” begitu kata ayahnya dulu, Juni takjub waktu itu.

Juni sendiri sesekali masih sering mencari venus di langit. Dan menurut Juni, venus itu paling cantik kalau dilihat sebelum sunrise..dari tepi pantai..

___________________

______________

Orang ini sedang menunggu temannya. Mengintip sebentar ke majalah yang dari tadi sudah terbuka di atas meja kerja itu, halaman yang terbuka adalah..

Horoscope ?

 Tidak penting..tapi… akhirnya ia mencari-cari sebentar..

hemm..pisces lewat! ..aries lewat! nah ini dia..

Sign: Taurus. Element: Earth. Planet: Venus
 
 

******

Ketika hari mulai membosankan, ketika terlalu banyak lagu sentimentil diputar di radio sebelah, ketika kaki-kaki mulai kaku, dan ketika…matahari mulai hangat kembali..

sepertinya pantai akan jadi tujuan menyenangkan..

****

Dia memandangi jam dinding itu dari tadi, jam dinding yang berada didepannya saat ini. Bertanya bagaimana alam semesta bisa dibuat sebegitu mengagumkan? iya! dia agak berlebihan, tapi…

Dia memandangi jam dinding itu sekali lagi. Melihat angka 12 yang dia tahu semua orang juga sudah tahu dimana letaknya, bahkan saat tidak diberi simbol sekalipun. Hari yang aneh ini berlanjut, dia melihat itu..dia merasakannya.. angka 12 dalam putaran jam itu seperti berteriak “TEPAT!!”

12, semua orang di dunia tidak akan menyebutnya ‘tepat’, jika jarum menitnya belum menumpuk diatas angka itu..

12, (tepat) berada di tempat paling atas, dalam tata letak sebuah benda bernama jam..

bukankah arah jam 12 sering dipakai untuk menunjukan posisi sebuah objek yang berada (tepat) lurus dihadapan ?!

dan, 12 adalah (tepat) 00.00. Tanda hari sudah berganti, dan awal baru sudah dimulai..

________________________________________

Sebuah pertanda dengan pesan acak yang janggal namun teratur..? Tidak kah itu menakjubkan??

****



									

[poster bubu, Out Of Reach,2011]

     
Chi trova un amico, trova un tesoro…
 

“jika nanti saya tua, ingatkan saya untuk tetap bebas menari saat dengar musik yang saya suka..”

***

[*italian proverb, #lyrichology from float_project-surrender]
[the pictures was taken from HildaGrahnat]
Katanya Jakarta bukan kota romantis..
mungkin karena “setengah lima sore” terlalu cepat berlalu
 
———

Andai saya bisa menekan tombol mute untuk menyimpan momen setengah lima sore di kota ini, akan saya bungkus manis dan  membagi-bagikannya pada siapa saja sesuka saya.

Itu adalah waktu dimana saya akan sangat senang berkemas dan membawa tas saya untuk beranjak dari ruangan, lalu duduk diam diluar dan membiarkan hembusan angin sore kota Jakarta menghela biarpun malu-malu. Diantara hiruk pikuk dan kesibukan orang-orang  dengan tujuannya masing-masing, kota ini menyapa

Setengah lima sore,  dimana degup jantung Jakarta sedikit melambat,  satu momen yang saya suka.. ketika saya hanya duduk diam membiarkan..

sebelum degupnya akan kembali kencang saat langit mulai gelap..

 
 
 
Ya, kota ini masih menyimpan serpihan manis, 
disetiap penghujung waktu menuju senjanya.
 
Ya! kota ini masih bisa romantis..
 
setidaknya untuk saya, pada jam itu.. 
“setengah lima sore”
 

***

No matter what they take from me 
they can’t take away my dignity.. 

If I fail, if I succeed.. at least I live as I believe.. 



****

(greatestloveofall, #lyrichology,goro-fujita) 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.